Kajian Teologis Hyper-Grace Berdasarkan Roma 5:20 dan Implikasi Terhadap Kehidupan Orang Percaya

Penulis

  • Uri Uri Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran
  • Stefania Nubatonis Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran
  • Enggar Objantoro Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

DOI:

https://doi.org/10.61295/kalanea.v1i2.104

Kata Kunci:

hyper-grace, kajian, Roma 5:20, kasih karunia

Abstrak

Penelitian tentang ajaran teoigis Hyper-grace dalam Roma 5:20 dimaksudkan untuk mencari jawaban apakah ajaran tentang hyper-grace sebagai kasih karunia yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mengenai kasih karunia. Dalam Perjanjian Lama Allah menunjukan kasih karunia-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi dan mujizat-mujizat yang Allah lakukan bagi bangsa Israel untuk menyelamatkan mereka dari perbudakan dosa dan perbudakan fisik. Sedangkan dalam Perjanjian Baru Allah menyatakan kasih karunia-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kutukan dosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah kasih karunia tersebut mengampuni dosa manusia dahulu, sekarang dan yang akan datang serta kasih karunia tersebut membuat manusia bebas dalam melakukan dosa? Sampai saat ini, hal ini menjadi sebuah perbedebatandiantara ajaran-ajaran Kristen. Penelitian ini mendapat beberapa keleriuan dari ajaran hyper-grace yaitu ajaran ini menentang hukum Taurat dengan alasan bahwa hukum Taurat ditambahkan agar dosa bertambah semakin banyak. Dalam Roma 5:20 adalahpenjelasan rasul Paulus agar manusia sadar bahwa kasih karunia Allah memiliki kekuatan yang memiliki maut dan ayat tersebut bermaksud agar manusia dapat melihat bahwa meskipun mereka melakukan yang jahat dimata Allah, Allah memiliki kasih yang luar biasa untuk mengampuni mereka dengan demikian manusia sadar akan dosanya dan berbalik kepada Allah.

Referensi

Andrianti, Sarah. “Yesus, Taurat Dan Budaya.” Jurnal Antusias 2, no. 3 (May 1, 2013): 112–23.

Brown, Michael L. Hyper-Grace Exposing the Dangers of the Modern Grace Message. Charisma House, 2014.

Ellis, Paul. “Injil Hiper Anugerah.” Jakarta: Light Publishing, 2015.

Feinberg, John S. “Masih Relevankah Perjanjian Lama Di Era Perjanjian Baru.” Malang: Gandum Mas, 2003.

Lewy, Lewy, and Jamin Tanhidy. “Prinsip Hidup Menang Atas Dosa Menurut Rasul Paulus Dalam Roma 6.” Jurnal Veritas Lux Mea, 2019.

Morris, Leon. “Teologi Perjanjian Baru.” Malang: Gandum Mas, 1996.

Nainggolan, Bartholomeus Diaz. “Dosa Asal: Berdasarkan Eksegesis Surat Roma 5: 12-21.” Koinonia Journal 7, no. 2 (2015): 13–41.

Packer, James I, Merrill C Tenney, and William White Jr. “Ensiklopedi Fakta Alkitab.” Malang: Gandum Mas, 2001.

Penyusun, Tim. “Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I: AL.” Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 1992.

Prince, Joseph. Destined to Reign: The Secret to Effortless Success, Wholeness and Victorious Living. Harrison House Publishers, 2007.

Simanjuntak, Fredy. “Kajian Teologis Terhadap Ajaran Hyper-Grace Joseph Prince.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 2, no. 1 (2019): 1–11.

Sitopu, Elisamark. “Memahami Dan Memaknai Berbagai Peraturan, Ketetapan, Dan Hukum Dalam Taurat.” Jurnal Christian Humaniora 4, no. 1 (2020): 33–44. https://doi.org/10.46965/jch.v4i1.10.

Unduhan

Diterbitkan

2020-12-31

Cara Mengutip

Uri, U., Nubatonis, S., & Objantoro, E. (2020). Kajian Teologis Hyper-Grace Berdasarkan Roma 5:20 dan Implikasi Terhadap Kehidupan Orang Percaya. Jurnal Kala Nea, 1(2), 183–196. https://doi.org/10.61295/kalanea.v1i2.104

Terbitan

Bagian

Articles