Eksegese Keluaran 20 : 3 Tentang “ Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu,”suatu Telaah Kritis Terjemahan, terhadap Alkitab Terjemahan Baru.

Penulis

  • Ezra Gabriel Nehemia Ranti Sekolah Tinggi Teologi Misi Injili Indonesia Sintang

DOI:

https://doi.org/10.61295/kalanea.v4i2.128

Kata Kunci:

Eksegese, jangan ada, allah lain, dihadapan-Ku

Abstrak

penjelasan tentang makna eksegesis “Jangan ada allah lain di hadapan-Ku,” menurut Keluaran 20 : 3, suatu telaah kritis teologis terhadap Alkitab Terjemahan Baru. Teks ini sangat penting untuk diteliti, agar maknanya tidak secara praktis untuk dipahami, sehingga dapat terjebak pada pemahaman yang keliru. Dalam Bahasa Ibrani, untuk menyatakan bentuk larangan, ada dua jenis yaitu Larangan yang bersifat sementara yang sering diterjemahkan dengan pemakaian kata 'jangan' dan larangan yang bersifat mutlak atau permanen, normatif yang sering diterjemahkan dengan kata 'tidak boleh ada'. Dalam Alkitab Terjemahan Terjemahan Baru, bentuk larangan yang dipakai adalah kata 'jangan'……… pemakaian bentuk larangan ini dalam Alkitab Terjemahan Baru, cenderung tidak menunjuk pada makna yang normatif, sehingga dapat menimbulkan pemahaman yang keliru jika dibaca secara praktis. Oleh karena itu penulis menganggap penting untuk dapat mengkritisi terjemahan ini dengan menguraikan makna eksegesisnya, agar dapat di maknai sebagaimana seharusnya, dipahami dengan benar dan dapat diterapkan dalam kehidupan beriman orang percaya setiap saat.

Untuk menguraikan maksud penulis di atas, maka penulis meneliti bagian teks ini dengan menggunakan metode penelitian Biblikal dengan prinsip Hermeneutika secara Grammatical guna mendapatkan makna yang sesungguhnya dari teks ini, dengan sistem deskriptif melalui Library Risearch. Sehingga dapat menjawab problematika pemahaman praktis termaksud.

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang berarti bagi Penerjemahan yang tepat dari teks ini agar lebih mudah dipahami dan direfleksikan dalam kehidupan beriman bagi orang yang percaya, serta memberikan sumbangsih pengetahuan teologis yang baik dan benar dari teks ini.

Referensi

Alkitab, Perjanjian Lama, Ibrani—Indonesia. (1999). Lembaga Alkitab Indonesi.

Baker, D., L., & Sitompul, A., A. (1997). Kamus Singkat Ibrani Indonesia (Cetakan Pe). PT BPK Gunung Mulia.

Boeker, T. G. R. (1995). Bahasa Ibrani Jilid II. Departemen Multimedia Bag. Literatur YPPII.

Budiman, S., & Panggara, R. (2022). Benang Merah Perjanjian: Analisis Teks Perjanjian dan Penggenapannya di dalam Yesus. Ra’ah: Journal of Pastoral Counseling, 2(1), Article 1.

Douglas Stuart. (1997). Eksegese Perjanjian Lama. Yayasan Penerbit Gandum Mas.

Hattori, Y. (1989). Langkah-langkah Praktis Dalam Eksegese Perjanjian Lama. Institut Injil Indonesia.

Hill, E. A. & W. H. J. (1998). Survei Perjanjian Lama (Cetakan ke). Yayasan Penerbit Gandum Mas.

Jones, Spence, D. (2013). Pulpit Commentary. Delmarva Publication.

Owen, Joseph, J. (1989). Analytical Key to the Old Testament. Baker Book House.

Revised Standard Version (second edi). (1971). National Council of the Churches or Christ.

Susanto, H. (1986). Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Seminari Alkitab Asia Tenggara.

The New American Bible. (2003). Libreria Editrice Vaticana.

Van Gemeren, A. W. (1997). Dictionary of Old Testament Theology & Exegesis (F. E. Terence, Ed.). Zondervan Publishing House.

Version, K. J. (1970). Holy Bible. Thomas Nelson Publishers.

Zondervan. (1983). New International Version Bible. The Commitee on Bible Translation.

Unduhan

Diterbitkan

2024-01-09

Cara Mengutip

Ranti, E. G. N. (2024). Eksegese Keluaran 20 : 3 Tentang “ Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu,”suatu Telaah Kritis Terjemahan, terhadap Alkitab Terjemahan Baru. Jurnal Kala Nea, 4(2), 94–106. https://doi.org/10.61295/kalanea.v4i2.128

Terbitan

Bagian

Articles