Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16
DOI:
https://doi.org/10.61295/kalanea.v5i1.147Kata Kunci:
God, Amos 2:6-16, justice, theologicalAbstrak
Allah mengetahui semua perbuatan manusia yang dilakukan dalam seluruh kehidupan manusia. Allah sangat membenci dosa. Allah ingin menunjukkan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sudah sangat banyak. Dosa membuat relasi manusia dengan Allah menjadi rusak dan dosa juga membuat relasi manusia dengan sesama rusak. Allah adalah adil, oleh sebab itu setiap manusia yang berbuat dosa harus dihukum. Allah memberikan hukuman kepada Israel tidak dapat ditarik kembali. Meskipun Allah adalah adil, Allah juga adalah Allah yang kasih. Allah adalah Allah yang sangat mengasihi manusia sehingga Allah selalu memperingatkan manusia ketika manusia melakukan perbuatan dosa. Bangsa Israel sudah berbuat dosa berulang-ulang sehingga membuat Tuhan tidak pernah melupakan dosa mereka dan akhirnya Tuhan akan menghukum Israel. Perbuatan jahat Israel telah diamat-amati Tuhan, dan Tuhan sudah menunggu-nunggu perubahan sikap mereka. Hal ini dapat diartikan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sebenarnya lama selalu diamat-amati oleh Allah dan sebenarnya Allah sudah lama menunggu bangsa Israel bertobat. Tetapi justru semakin berbuat dosa. Sehingga Allah membuat keputusan dengan mengatakan “Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku”.
Penulisan artikel ini penulis menggunakan Metode penelitian literatur atau kajian kepustakaan (Library Research) dengan pemaparan deskriptif pendekatan kualitatif dengan cara melakukan penafsiran (Hermeneutik), eksegese (menggali Alkitab) dan Eksposisi (memaparkan maksud dan tujuan teks).
Hasil dari penelitian tentang Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16 dapat diartikan bahwa hukuman yang sudah diputuskan atau ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat di ubah-ubah lagi. Tuhan telah mengambil keputusan dan itu tidak dapat ditarik lagi. Pada akhirnya Tuhan menghukum Israel. Allah sangat mengasihi Israel, tetapi Israel tidak peka terhadap suara Allah dan teguran Allah. Oleh karena itu Tuhan menghukum Israel. Setiap manusia seharusnya peka terhadap suara Allah yang memperingatkan manusia dan manusia harus mengambil keputusan untuk bertobat. Jika manusia bertobat maka Allah yang kasih akan menyelamatkan manusia. Manusia juga harus sadar bahwa Allah tidak hanya memiliki sifat kasih saja, tetapi manusia harus sadar bahwa Allah juga Adil, sehingga manusia yang melakukan perbuatan dosa dan tidak mau mendengarkan terguran-Nya, maka akan mendapatkan hukuman dari Allah yang tidak dapat diubah kembali. Oleh sebab itu manusia harus taat kepada ketetapan Allah dan percaya sungguh-sungguh kepada-Nya supaya tidak mendapatkan hukuman. Setiap orang percaya harus menjaga perbuatannya terhadap sesama. Orang percaya harus bersikap adil terhadap sesama. Hal ini didasarkan kasih terhadap sesama manusia. Kasih dan keadilan Allah yang telah diterima oleh orang percaya harus diwujudnyatakan terhadap sesama.
Referensi
Aliadi, F. (2023). Eksposisi Frasa “Sebab Jika Kita Sengaja Berbuat Dosa” Berdasarkan Ibrani 10:26. Jurnal Kala Nea, 4(2), 65–77. https://doi.org/10.61295/kalanea.v4i2.106
Balchin, J. (2008). Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Persekuatuan Pembaca Alkitab.
Baxter, J. S. (1999). Menggali Isi Alkitab Jilid 2. Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.
Boeker, T. G. R. (1991). Eksposisi Kitab Amos. Literatur YPPII.
Boeker, T. G. R. (1992). Bahasa Ibrani I & II. Literatur YPPII.
Borge, J. L. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Brown, F. (1979). The New Brown Driver Briggs Genesius Hebrew And English Lexicon. Hendrickson Publishers.
Delitzsch, C. F. K. dan F. (1973). Commentary on the Old Testament Vol. 10. William B. Eermans Publishing Company.
Dkk, D. G. (1994). Tafsiran Alkitab Masa Kini. Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.
Douglas, J. D. (1995). Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I. Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.
Dyrness, W. (1993). Tema-Tema dalam Perjanjian Lama. Gandum Mas.
Enns, P. (2010). The Moody Handbook of Theology: “Buku Pegangan Teologi.” Literatur SAAT.
Gemeven, W. A. Van. (1997). New International Dictionary of Old Testament Theology and Exegesis 3. Zondervan Publishing House.
Green, D. (1984). Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama. Gandum Mas.
Harris, R. L. (1980). Theological Wordbook of the Old Testament Vol. 2. The Moody Bible Institute.
Motyer, J. A. (1974). The Message Of Amos. Inter Varsity Press.
Owens, J. J. (1989). Analytical Key to the Old Testament Vol. 4 Isaiah-Malachi. Baker Book House.
Paul, S. M. (1991). A Commentary On The Book of Amos. Fortress Press.
Sitompul, D. L. B. & A. A. (1997). Kamus Singkat Bahasa Ibrani-Indonesia. BPK Gunung Mulia.
Stephen Tong. (1993). Dosa, Keadilan dan Penghakiman. Lembaga Reformed Injili Indonesia.
Taylor, K. N. (1965). Living Prophecies. Tyndale House Publishers.
W.J.S. Poewadarminta. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Amita Prissila

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





