Dialog Antaragama Berdasarkan Studi Alkitab Kisah Para Rasul 17:22-34
DOI:
https://doi.org/10.61295/kalanea.v5i2.154Kata Kunci:
Interreligious dialogue, Apostle Paul, Acts, harmonious,Abstrak
Menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural menjadi keharusan bagi orang percaya melalui dialog antaragama agar potensi konflik agama tidak terjadi. Sehingga toleransi antaragama dapat terus terjalin erat. Walaupun tentu tidak mudah dalam hidup bersama di lingkungan masyarakat yang multietenis sebab diskriminasi dan eksklusivitas masih menjadi tantangan tersendiri terjalinnya dialog yang efektif. Melalui kitab Kisah Para Rasul 17: 22-34 ditemukan cara-cara Paulus yang berdialog dengan efektif dengan para filsuf di Atena sebagai sebuah pendekatan komunikasi lintas keyakinan. Dengan tujuan memungkinkan setiap orang yang memiliki pemahaman yang berbeda akahirnya menghormati perbedaan, dan tidak selalu berorientasi pada pencapaian kesepakatan. Penulis menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan hermeneutik terhadap teks dan kajian kepustakaan. Hasil analisis dialog antaragama berdasarkan kajian Alkitab Kisah Para Rasul 17: 22-34 ditemukan tiga pendekatan dialog yaitu Dialog tentang Allah : Allah Adalah Pencipta Alam semesta, dialog tentang asal usul manusia serta tentang hari akhir menjadi jembatan dan relevan digunakan.
Referensi
Afitasari, A. (2024). KONSEP KEKEKALAN AKHIRAT (KOMPARASI ESKATOLOGI ISLAM DAN KRISTEN). UIN Raden Intan, Lampung. https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35943
Aliadi, F. (2023). Eksposisi Frasa “Sebab Jika Kita Sengaja Berbuat Dosa” Berdasarkan Ibrani 10:26. Jurnal Kala Nea, Vol.4, No.2.
Antameng, M. D. (2021). Deradikalisasi Konflik Agama Mayoritas (Islam)—Minoritas (Kristen) Di Indonesia. Psalmoz: A journal of creative and Study of church music, Volume 2, No.1. https://doi.org/Mychael Dimes Antameng
Bali, A. (2023). Redemptoris missio: Menyeimbangkan strategi misi dan pelayanan kepada kaum miskin dalam misi Paulus. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, Vol.9, No.3.
Baskoro, P. K., & Kristiani, D. (2021). “Makna teologis konsep oikumene menurut yohanes 17:1-26 dan implikasinya bagai gereja masa kini,.” Illuminate: Jurnal teologi dan pendidikan kristiani., Volume 4, No.2. https://doi.org/10.54024/illuminate.v4i2.120
Brink, V. D. (2001). Tafsiran Alkitab Kisah Para Rasul. BPK Gunung Mulia.
Doni Heryanto, & Sawaki, W. (2020). “Menerapkan Strategi Penginjilan Paulus Dalam Kisah Para Rasul 17:16-34 Pada Penginjilian Suku Auri, Papua,.” Kurios, Vol. 6. no.2.
Elsa, O., & Sarmauli. (2024). DOKTRIN MANUSIA DAN DOSA. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, Volume 2, No.10.
Halim, A. (2015). PLURALISME DAN DIALOG ANTAR AGAMA. Tajdid: Jurnal Olmu Ushuluddin, Vol.14, No.1. https://doi.org/10.30631/tjd.v14i1.21
Handayani, P. T., Zakiah, L., & Maulida, N. (2024). PENTINGNYA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR DALAM MENGHARGAI KEBERAGAMAN?: STUDI LITERATUR. Pendas: Jurnal Pendidikan Dasar, Volumue 2, No.9. https://doi.org/10.23969/jp.v9i2.13566
Henny, L. (2020). Konsep Ibadah Yang Benar Menuurt Alkitab. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan, Vol.4, No.1.
Henry, M. (2014a). Tafsir Kisah Para Rasul. Momentum.
Henry, M. (2014b). Tafsiran Kitab Kisah Para Rasul. Momentum.
Iwan Setiawan, & Banea, R. P. (2023). Kontekstualisasi Menurut Kisah Para Rasul 17: 16-34. Te Deum: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan, Volume 12, No.2.
Kaha, S. K. (2020). Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja, volume 4, no.2, 145. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165
Kasieli Zebua & Oktavianus Yogi. (2024). Prinsip-prinsip Penginjilan Kontekstual bagi Kaum Intelektual–Religius Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 4,No.1.
Laruanaung, D. E. H. (2019). Pandangan Cosmotheandric tentang Peran Yesus di Hari Kiamat dalam Islam dan Kristen: Studi Teologi Komparatif. Universitas Kristen Satya Wacana Institusional Repository. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/20303
Lukito, D. L. (2020). Kecenderungan Gerakan Oikumene Dewasa Ini. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan. https://repository.seabs.ac.id/
Malau, T. W. (2024). Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi. Jurnal Magistra:, Volume 2, No.1, 01–18. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i1.70
Manurung, K. (2020). Efektivitas Misi Penginjilan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, volume 4, nomor 2.
Oet, S. (2014). AKHIR ZAMAN MENURUT SURAT 1 TESALONIKA: SEBUAH ANALISA TEOLOGIS-PRAKTIS. Manna Rafflesia, Volume 1, No.1.
Pandie, R. D. Y. (t.t.). Filsafat Stoisisme dalam Perspektif Etika Kriste. Real Didache: Journal of Christian Education, Vol.3, No.1.
R, D. (1997). Tafsiran Kisah Para Rasul. Gandum Mas.
R.D, H. D., PAP, Y., & Simon. (2024). Strategi Penginjilan yang Aplikatif pada Masyarakat Penganut Politeisme berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34. Eleos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Vol.3, No.2.
Sugiono. (2020). Pendekatan Penginjilan Kontekstual Paulus Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen, Volume 1, No.2.
Suriono, Z. (2021). Analisis SWOT dalam Identifikasi Mutu Pendidikan. Alacrity: Journal Of Education, Volume 1.
Sutanto, H. (2019). Perjanjian Baru INterlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK). Lembaga Alkitab Indonesia.
Tenibemas, P. (2019). ANDIL KITA DALAM MISI MASA KINI. engarah: Jurnal Teologi Kristen, Volume 1, No.1.
Wijaya, E. C. (2018). Kekhasan Eskatologi Paulus. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, Volume 1, No.1.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Paisal Paisal, Lusiana Lusiana, Esron Mangatas Siregar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





