Meluruskan Makna Nazar: Antara Iman dan Dendam di Tengah Masyarakat Kabupaten Alor

Penulis

  • Harun Puling Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta
  • Jonidius Illu Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61295/kalanea.v6i2.196

Kata Kunci:

nazar, iman kristen, budaya lokal, inkulturasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi makna nazar dalam masyarakat Alor, dari perspektif teologis dan sosiokultural. Fokus utama adalah pada pergeseran praktik nazar dari bentuk komitmen iman kepada Tuhan menjadi alat sosial yang sering kali digunakan untuk membalas dendam atau memperkuat tekanan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh gereja dan adat, serta analisis teks-teks Alkitab dan literatur antropologi agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran Alkitab yang menekankan kasih, pengampunan, dan komitmen personal, dengan praktik adat lokal yang menjadikan nazar sebagai instrumen sanksi sosial dan simbol kuasa. Kesimpulannya, gereja perlu memainkan peran aktif dalam meluruskan makna nazar melalui pendidikan jemaat yang kontekstual, pendekatan inkulturasi, dan dialog terbuka dengan masyarakat adat. Rekomendasi utama penelitian ini adalah perlunya strategi pastoral berbasis budaya untuk mengembalikan nazar sebagai ekspresi iman yang membangun damai dan harmoni sosial di tengah masyarakat Alor.

Referensi

Agama, S. J., Budaya, S. D. A. N., Kematian, U., Tengah, K., Enjeliana, L., Olivia, M., Septiany, M., Teologi, P. S., Ilmu, F., Keagamaan, S., Agama, I., & Negeri, K. (2025). Model Antropologis dalam Teologi Kontekstual: Menyikapi Sinkretisme dalam Upacara Kematian (Tiwah) di Jemaat Kalimantan Tengah. 1(4), 482–491.

Andre Vinsensius David. (2021). Studi Komparasi Konsep Jubata dan YHWH dalam Keluaran 3:14 Sebagai Upaya Kontekstualisasi Berita Injil Bagi Suku Dayak Kanayatn. Jurnal teologi, Vol. 10.

Bevans, S. (1985). Models of contextual theology. Missiology, 13(2), 185–202.

Cambah, T. M., & Gosyen, A. (d.d.). Kontekstualisasi Basa Dayak Ngaju dalam Liturgi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Jemaat Eben Ezer Banjarmasin. Jurnal Teologi Pambelum, Volume 3.

Cathcart, R., & Nichols, M. (2009). Self theology, global theology, and missional theology in the writings of Paul G. Hiebert. Trinity Journal, 30(2), 209.

Childs, B. S. (1988). Old Testament theology in a canonical context. Fortress Press.

Cristine, S., Meliyani, Y., & Surbakti, B. (2025). Huma Betang Sebagai Budaya Tandingan: Relevansi Teologi Kontekstual Bagi Gereja Di Kalimantan Tengah. 2(10), 1521–1527.

Dandirwalu, R. (2025). Orang-Orang Interseks Sebagai Imago Dei: Teologi Ritual Adat (Kajian Teologi Kontekstual Terhadap Ritual Adat Pelantikan Upu Latu Dan Imlek Di Gereja Protestan Maluku). Universitas Kristen Duta Wacana.

Esala, N. (2013). Implementing Skopostheorie in Bible Translation. The Bible Translator, 64(3), 300–323.

Fuller, D. J. (2017). The Theme of Creation in Old Testament Theology from the Twentieth Century Onwards: Assessing the State of Play. The Asbury Journal, 72(1), 5.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures New York. NY: Basic Books.

Halawa, F., & Bambangan, M. (2024). Injil dan Tradisi Lokal: Kontekstualisasi Teologi dalam Perkembangan Gereja di Asia Timur. Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 1(4), 137–148.

Hasel, G. F. (1972). Old Testament Theology. Eerdmans.

Hiebert, P. G. (1987). Critical contextualization. International bulletin of missionary research, 11(3), 104–112.

Kraft, C. H. (1979). Christianity in culture: A study in dynamic biblical theologizing in cross-cultural perspective. Orbis Books.

Moltmann, J. (1993). The Trinity and the kingdom: The doctrine of God. Fortress Press.

Moru, O. O. (2022). Kekristenan dan Tradisi Ru-ketu “Tinjauan Tipologi Helmut Richard Niebuhr Terhadap Pandangan Pro-Kontra Praktek Tradisi Ru-ketu Di kalangan Komunitas Kristen Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua”. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 68–89.

November, N., Sima, S., & Susanto, S. (2023). Makarios?: Jurnal Teologi Kontekstual. 1(2), 132–140.

Seli, S. (2021). Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172–187.

Sellato, B. (2002). Innermost Borneo: studies in Dayak cultures. NUS Press.

Tridarmanto, Y., & de Jong, K. (2018). Perjumpaan Interaktif Antara Teologi dan Budaya: Kajian tentang Pemahaman dan Persepsi Mengenai Teologi Interkultural di Aras Akademis dan Gerejawi. Taman Pustaka Kristen.

Temenggung Suku Dayak Kerambay, Mengenai Tradisi Mipih Jerat Di Suku Dayak Kerambay, 3 Februari 2025.

Zega, Y. K., Widjaja, F. I., & Tanhidy, J. (2022). Contextual Mission Construction according to the Jubata Concept in the Kanayatn Dayak Tribe in Introducing the Triune God. 3(2), 110–121. https://doi.org/10.47043/ijipth.v3i2.34

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-28

Cara Mengutip

Puling, H., & Illu, J. (2026). Meluruskan Makna Nazar: Antara Iman dan Dendam di Tengah Masyarakat Kabupaten Alor. Jurnal Kala Nea, 6(2), 153–168. https://doi.org/10.61295/kalanea.v6i2.196

Terbitan

Bagian

Articles