TOMPA SEBAGAI PENCIPTA ALAM: Memperjumpakan Konsep Allah Di Dalam Alkitab Pada Masyarakat Suku Dayak Kerambay
DOI:
https://doi.org/10.61295/kalanea.v6i2.199Kata Kunci:
Tompa, Allah, Dayak Kerambay, AlkitabAbstrak
Pendekatan kontekstual dalam ajaran Alkitab kepada masyarakat Dayak Kerambay terbukti efektif menjembatani ajaran Kristen dengan budaya lokal. Gereja tidak harus menolak tradisi yang telah mengakar, tetapi dapat memaknainya secara baru melalui terang Injil. Salah satu contohnya adalah konsep Tompa, yang dimaknai ulang sebagai jalan untuk memperkenalkan Tuhan sebagai Pencipta sejati dalam iman Kristen. Dalam pendekatan ini, budaya tidak dihilangkan, melainkan diperbarui, sehingga menjadi sarana pewahyuan Allah yang hidup. Strategi ini memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak Kerambay, sekaligus mendorong gereja untuk melihat budaya sebagai bagian dari karya penyelamatan Allah dalam sejarah umat manusia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan integrasi nilai-nilai lokal dalam kehidupan bergereja tidak hanya memperdalam makna Injil, tetapi juga menjadikannya lebih relevan dan berdampak dalam konteks masyarakat adat. Kontekstualisasi demikian menjadi kunci untuk merelevansikan pesan Kekristenan yang transformatif tanpa kehilangan esensinya.
Referensi
Agama, S. J., Budaya, S. D. A. N., Kematian, U., Tengah, K., Enjeliana, L., Olivia, M., Septiany, M., Teologi, P. S., Ilmu, F., Keagamaan, S., Agama, I., & Negeri, K. (2025). Model Antropologis dalam Teologi Kontekstual: Menyikapi Sinkretisme dalam Upacara Kematian (Tiwah) di Jemaat Kalimantan Tengah. 1(4), 482–491.
Andre Vinsensius David. (2021). Studi Komparasi Konsep Jubata dan YHWH dalam Keluaran 3:14 Sebagai Upaya Kontekstualisasi Berita Injil Bagi Suku Dayak Kanayatn. Jurnal teologi, Vol. 10.
Bevans, S. (1985). Models of contextual theology. Missiology, 13(2), 185–202.
Cambah, T. M., & Gosyen, A. (d.d.). Kontekstualisasi Basa Dayak Ngaju dalam Liturgi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Jemaat Eben Ezer Banjarmasin. Jurnal Teologi Pambelum, Volume 3.
Cathcart, R., & Nichols, M. (2009). Self theology, global theology, and missional theology in the writings of Paul G. Hiebert. Trinity Journal, 30(2), 209.
Childs, B. S. (1988). Old Testament theology in a canonical context. Fortress Press.
Cristine, S., Meliyani, Y., & Surbakti, B. (2025). Huma Betang Sebagai Budaya Tandingan: Relevansi Teologi Kontekstual Bagi Gereja Di Kalimantan Tengah. 2(10), 1521–1527.
Dandirwalu, R. (2025). Orang-Orang Interseks Sebagai Imago Dei: Teologi Ritual Adat (Kajian Teologi Kontekstual Terhadap Ritual Adat Pelantikan Upu Latu Dan Imlek Di Gereja Protestan Maluku). Universitas Kristen Duta Wacana.
Esala, N. (2013). Implementing Skopostheorie in Bible Translation. The Bible Translator, 64(3), 300–323.
Fuller, D. J. (2017). The Theme of Creation in Old Testament Theology from the Twentieth Century Onwards: Assessing the State of Play. The Asbury Journal, 72(1), 5.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures New York. NY: Basic Books.
Halawa, F., & Bambangan, M. (2024). Injil dan Tradisi Lokal: Kontekstualisasi Teologi dalam Perkembangan Gereja di Asia Timur. Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 1(4), 137–148.
Hasel, G. F. (1972). Old Testament Theology. Eerdmans.
Hiebert, P. G. (1987). Critical contextualization. International bulletin of missionary research, 11(3), 104–112.
Kraft, C. H. (1979). Christianity in culture: A study in dynamic biblical theologizing in cross-cultural perspective. Orbis Books.
Moltmann, J. (1993). The Trinity and the kingdom: The doctrine of God. Fortress Press.
Moru, O. O. (2022). Kekristenan dan Tradisi Ru-ketu “Tinjauan Tipologi Helmut Richard Niebuhr Terhadap Pandangan Pro-Kontra Praktek Tradisi Ru-ketu Di kalangan Komunitas Kristen Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua”. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 68–89.
November, N., Sima, S., & Susanto, S. (2023). Makarios?: Jurnal Teologi Kontekstual. 1(2), 132–140.
Seli, S. (2021). Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172–187.
Sellato, B. (2002). Innermost Borneo: studies in Dayak cultures. NUS Press.
Tridarmanto, Y., & de Jong, K. (2018). Perjumpaan Interaktif Antara Teologi dan Budaya: Kajian tentang Pemahaman dan Persepsi Mengenai Teologi Interkultural di Aras Akademis dan Gerejawi. Taman Pustaka Kristen.
Temenggung Suku Dayak Kerambay, Mengenai Tradisi Mipih Jerat Di Suku Dayak Kerambay, 3 Februari 2025.
Zega, Y. K., Widjaja, F. I., & Tanhidy, J. (2022). Contextual Mission Construction according to the Jubata Concept in the Kanayatn Dayak Tribe in Introducing the Triune God. 3(2), 110–121. https://doi.org/10.47043/ijipth.v3i2.34
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Christofer Juan Augusto, David Eko Setiawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





