Analisis Teologis-Kritis terhadap Teori Anonymous Christians Karl Rahner dan Implementasinya bagi Gereja Masa Kini

Penulis

  • Barnabas Sekolah Tinggi Teologi Sungai Kehidupan Borneo
  • Busno Sekolah Tinggi Teologi Sungai Kehidupan Borneo
  • Marlies Dorien Grevers Christengemeente ‘De Ontmoeting’, Winterswijk
  • Randa Kisara Sekolah Tinggi Teologi Sungai Kehidupan Borneo

DOI:

https://doi.org/10.61295/kalanea.v7i1.205

Kata Kunci:

Anonymous Christians; Inklusifisme; Karl Rahner; Dialog Agama;

Abstrak

Artikel ini berfokus menyoroti teori Anonymous Christians yang dikembangkan oleh Karl Rahner. Teori ini menyatakan bahwa seseorang dapat memperoleh keselamatan meskipun tidak secara eksplisit mengidentifikasi diri sebagai orang Kristen. Konsep ini menegaskan bahwa kasih karunia Tuhan bekerja secara universal dan melampaui batas-batas agama formal. Rahner menggabungkan pemikiran Katolik Thomisme dengan filsafat eksistensialisme untuk menekankan bahwa manusia memiliki keterbukaan bawaan terhadap Tuhan. Bagaimana kelebihan dan kekurangan teori ini, menjadi gal yang menarik untuk diteliti. Studi ini menggunakan metode analisis kritis untuk mengeksplorasi relevansi teori ini dengan pluralisme agama, sekularisasi, dan tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Anonymous Christians tetap relevan dalam membangun dialog antar agama dan harmoni sosial di era modern. Artikel ini menegaskan bahwa Gereja dapat menggunakan konsep ini sebagai dasar untuk misi evangelisasi yang lebih dialogis, memperkuat toleransi antaragama, dan menjawab dinamika keberagamaan di era digital.Teori ini dengan sendirinya mengeser pemahaman eksklusif akan keselamatan kepada pemahaman akan konsep keselamatan yang lebih inklusif dan mendapat kritikan dari kelompok yang memandang keselamatan itu secara eksklusif.

Referensi

Abeam, E. D. (2021). The ‘Supernatural Existential’in the Foundations of Christian Faith of Karl Rahner. Universidade Catolica Portuguesa (Portugal).

Absalom, L. K., Kaka, B., & Tanhidy, J. (2022). Menyikapi Isu Kesetaraan Gender di Indonesia dalam Perspektif Imago Dei. Jurnal Kala Nea, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.61295/kalanea.v3i1.88

Bakir, M. (2018). Menelusuri Sekularisme dalam Konteks Keberagamaan. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 82–96. https://doi.org/10.33650/at-turas.v5i1.325

Carey, J. (2018). Spiritual, but not religious?: On the nature of spirituality and its relation to religion. International Journal for Philosophy of Religion, 83(3), 261–269. https://link.springer.com/article/10.1007/s11153-017-9648-8

Christoper, E., & Harisantoso, I. T. (2023). Pelayanan Diakonia Lintas Agama Berdasarkan Gagasan Karl Rahner Tentang Gereja Universal. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 5(1), 40–49. https://doi.org/10.35909/visiodei.v5i1.406

Crean, T. (2018). Jacques Maritain’s Anonymous Christianity. New Blackfriars, 99(1081), 287–297.

Crosson, J. B. (2018). The Impossibility of Liberal Secularism: Religious (In) tolerance, Spirituality, and Not-Religion. Method & Theory in the Study of Religion, 30(1), 37–55.

Farid, M., & Sos, M. (2021). Ruang Publik Dan Agama Masa Depan. Journal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 2(2), 1–22.

Fata, A. K. (2021). Benarkah Semua Agama Sama? Debat Aktivis Islam Liberal vs Insists Tentang Pluralisme Agama. GUEPEDIA.

Hanafi, I. (2017). Eksklusivisme, InklusivismeE, dan Pluralisme: Membaca Pola Keberagamaan Umat Beriman. Al-Fikra?: Jurnal Ilmiah Keislaman, 10(2), 388. https://doi.org/10.24014/af.v10i2.3848

Lase, A. J., Manurung, M., Larissa, D., Nababan, P., & Waruwu, L. (2025). Buddhisme Dan Keselamatan Dari Peran Meditasi Dan Mencapai Ketenangan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 1282–1289.

Latuapo, A. (2022). Masa Depan Pendidikan Agama Dan Tantangan Pluralisme Agama Dalam Ruang Publik Global. Edusaintek: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 9(1), 135–155.

Lee, L. (2014). Secular or nonreligious? Investigating and interpreting generic ‘not religious’ categories and populations. Religion, 44(3), 466–482. https://doi.org/10.1080/0048721X.2014.904035

Lennan, R. (2022). Beyond “The Anonymous Christian”: Reconsidering Rahner on Grace and Salvation. Theological Studies, 83(3), 443–460. https://doi.org/10.1177/00405639221114646

Letedara, R. (2024). Worldview Hinduisme tentang Konsep Keselamatan Ditinjau dari Perspektif Kristen. SAINT PAUL’S REVIEW, 4(1), 66–79.

Manno, D. (2025). Gagalnya Pluralisme? Kajian Historis dan Teologis Menuju Paradigma Baru Moderasi Beragama. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 8(1), 85–103. https://doi.org/10.47167/thntg378

Maringka, R., Pardosi, M. T., & Hendriks, A. (2023). Menyelami Allah Melalui Pengalaman:: Pemikiran Teologi Divinitas Karl Rahner. RELIGI: Jurnal Studi Agama-Agama, 19(2), 160–172.

Marshall, J., & Olson, D. V. A. (2018). Is ‘spiritual but not religious’a replacement for religion or just one step on the path between religion and non-religion? Review of Religious Research, 60(4), 503–518. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1007/s13644-018-0342-9

Martasudjita, E. P. D. (2013). Hubungan Ekaristi Dengan Hidup Sehari-Hari Dalam Teologi Sakramental Karl Rahner. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, 12(2), 278–301. https://doi.org/10.36383/diskursus.v12i2.108

Martasudjita, E. P. D. (2018). Pemahaman Sabda Pengampunan Allah Dalam Sakramen Tobat Menurut Karl Rahner. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, 17(2), 147–176. https://doi.org/10.36383/diskursus.v17i2.251

Mausimkora, M. (2025). Perbandingan Konsep Keselamatan Menurut Hindu Dan Kristen: Suatu Pendekatan Penelitian Kualitatif Dengan Jenis Studi Komparatif [Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti]. https://www.neliti.com/publications/592600/perbandingan-konsep-keselamatan-menurut-hindu-dan-kristen-suatu-pendekatan-penel#cite

Muttaqin, Jamal, Kusuma, A. R., & Rahmadi, A. (2022). Menelaah Problem Teologis Dialog Antar Agama. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 17(2), 269–299.

Pachoer, R. D. A. (2016). Sekularisasi dan Sekularisme Agama. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 1(1), 91–102.

Pamusu, V. K. (2019). Signifikansi Gagasan Kristen Anonimus Karl Rahner Terhadap Konteks Kemajemukan Di Indonesia. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama, 1(1). https://doi.org/10.36972/jvow.v1i1.5

Prabowo, G. A. D. I., Memenuhi, T. U., Syarat, S. S., Gelar, M., Magister, S., Teologi, P. F., Kristen, U., & Wacana, D. (2022). Perjalanan Dialogis Paul Francis Knitter Dan Relevansinya Bagi Pokok-Pokok Ajaran Gkj.

Salim, F. (2021). Kontribusi Doa Mistik Karl Rahner bagi Kalangan Reformed di Era Pascakebenaran. Indonesian Journal of Theology, 9(2), 168–194. https://doi.org/10.46567/ijt.v9i2.192

Suriawan, S. (2023). Misi Gereja Menghadapi Pluralisme Agama: Antara Tantangan Dan Peluang. MAGENANG: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 1–11.

Susanti, S. E. (2018). Konsep Keselamatan Dalam Al-Qur’an. HUMANISTIKA: Jurnal Keislaman, 4(2), 185–197.

Tanhidy, J. (2017). Praktik Metode Penginjilan Pada Mata Kuliah Metode Penginjilan STT Simpson Ungaran. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(1), 49–54. http://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/EJTIISSN:2548-7868

Tanhidy, J., Panggarra, R., & Budiman, S. (2023). Implementation of Kingdom of God’s Ethic in the Book of Ecclesiastes in the Digital Age. Pharos Journal of Theology, 104(5). https://doi.org/10.46222/pharosjot.104.511

Toleransi, K., & Tinenti, H. G. (2024). Ajaran Gereja Dan Teladan Tokoh Kitab Suci Sebagai Contoh. 24, 83–97.

Zamakhsari, A. (2020). Teologi Agama-Agama Tipologi Tripolar; Eksklusivisme, Inklusivisme Dan Kajian Pluralisme. Tsaqofah J. Agama Dan Budaya, 18(1), 35–51.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-05

Cara Mengutip

Barnabas, Busno, Grevers, M. D., & Kisara, R. (2026). Analisis Teologis-Kritis terhadap Teori Anonymous Christians Karl Rahner dan Implementasinya bagi Gereja Masa Kini. Jurnal Kala Nea, 7(1), 62–80. https://doi.org/10.61295/kalanea.v7i1.205

Terbitan

Bagian

Articles